WELCOME TO "lebay blog"

sebuah gelas putih terisi air putih dan tercelupkan teh celup di tambah gula, ditambah gara, rasanya nano,,,,, sebuah perjlanan yang penuh liku-liku

Laman

happy

happy
bersenang-senang bersama teman

Jumat, 17 Mei 2013

jadikan aku buku harianmu "thanks"

Tidak ada yang tau bagaimana perjalanan cinta akan berakhir. Cinta ini mudah dipuja tapi juga mudah untuk menyakiti. Tidak selamanya cinta akan mendapatkan kebahagiaan, tapi tidak selamanya juga cinta akan menyakiti. Namun cinta selalu tak punya jawaban untuk tiap waktunya, tapi cinta punya realita. Realita yang hanya ada di hati tidak nyata jika tak dirasakan. Rasakan tiap denyutnya, mantapkan setiap detaknya, hirup setiap aromanya hingga jantung ini bergetar. Kemarin tersenyum karena cinta hari ini menangis karena cinta, setiap hari tersenyum karena cintapun bukan berarti menentukan cinta ini selalu bahagia. Suatu saatpun akan ada puncak lelah entah itu yg dinamakan kematian ataukah titik jenuh. Aku disini bertahan untuk cinta. Cinta yang kurasakan disetiap detiknya. Bukan berarti cinta ini selalu membuatku kebahagiaan, namun cinta ini selalu memberiku ruang untuk selalu merasakan terombang-ambingkan. Terombang ambingkan dengan yang tidak pasti. Saya bertahan untuk cinta yang saya miliki untuknya. Saya tertawa atas nama cinta yang telah diberikannya untukku. Tapi itu kemarin. Hari ini, kembali aku merasakan cinta ini membuatku tertusuk oleh aromanya. Capek dengan semua ini. Jenuh memang iya dikatakanku, namun tak sanggup melepas cinta yang sudah terlalu tumbuh menjadi pohon yang kokoh di hati. Aku tau kamu yang terbaik untuk aku bahkan lebih dari kata terbaik. Tapi entah kenapa sulit hati ini untuk menghilangkan dari setiap detik keegoisanku. Aku ingin miliki kamu sepenuhnya, tanpa ada yang lain,bahkan tanpa seisi bumi sekalipun, karna aku hanya ingin ada kamu dan aku di bumi ini. Dan menghiasi bumi ini dengan anak cucu kita. Mungkin ini lebih indah ketika hanya ada kamu dan aku. Ketika hanya ada kesibukanku denganmu dan kesibukanmu denganku. Aku memang terlalu naif untuk bercerita bahwa aku sangat-sangat mencintai kamu dan tidak pernah ingin melepasmu walaupun hanya setengah detik. Namun aku sadar kamu memang bukan hanya milikku. Karna aku bukanlah hawa yang terlahir wanita seorang di bumi ini awal mulanya. Dan karna bukan hanya ada aku dan kamu di bumi ini. Dan karna bumi ini penuh dengan hiasanNya dan berpenghuni. Sadar- sadar-sadar biarpun tak kutampar sekalipun pipiku, biarpun tak kucubit sekalipun lenganku aku sudah sadar bahwa kamu punya waktu untuk dilain tempat, tapi apa tak sanggup kamu jadikan aku buku harianmu? Tulislah semua apa yang terjadi hari ini di buku harianmu, ceritakan apa yang akan kamu lakukan hari ini, buatlah agendamu dan tuliskan dibuku harianmu, untuk mengingatkanmu. Bingunglah kamu ketika buku harianmu hilang, atau tertinggal. Bahkan menangislah kamu ketika buku harianmu terkena hujan dan tersobek. Aku tidak pernah ingin mengaturmu, karna buku harian itu tidak akan pernah bisa bicara, buku harianmu ini hanya tau apa yang kamu tulis, tapi buku harian ini tidak akan berkomentar apapun, tidak akan melarangmu, bahkan tidak akan mengganggu. Karna dia hanya cukup tersenyum dengan tulisanmu. Itu yang aku mau. Hanya itu. Cukup itu.